LINK WEBSITE PENDIDIKAN

PELATIHAN PROGRAM PENGUATAN KURIKULUM 2013

Dinas Pendidikan Surabaya menggelar pelatihan Penguatan Implementasi Kurikulum 2013, untuk guru mata pelajaran SMP induk cluster SMPN 29 Surabaya, yang dilaksanakan 8-9 November 2015, di SMPN 29 Surabaya

Para guru SMP ini sedang mempraktekkan proses belajar mengajar Kurikulum 2013 yang lebih aktif berinteraksi dan komunikatif.

pelatihan itu bertujuan untuk mempersiapkan guru SMP Surabaya dalam menggunakan kurikulum 2013 yang diterapkan 2018 mendatang.

“Dalam pelatihan ini kami langsung mempraktekkan bagaimana proses belajar mengajar kurikulum 2013, dimana guru dengan murid lebih banyak berinteraksi dan berkomuniasi, sehingga lebih menyenangkan,”

Narasumber kegiatan itu Drs. Fanani, M.Pd yang merupakan narasumber Kurikulum 2013 dan Pengawas Pendidikan Kota Surabaya. Sedangkan pesertanya 140 terdiri dari Kepsek, Guru, Laboran, Pustakawan.

Kurikulum 2013 merupakan isyarat bahwa proses pembelajaran yang dikehendaki yaitu mengedepankan pengalaman personal melalui observasi, menyimak, melihat, membaca, mendengar, asosiasi, bertanya, menyimpulkan, dan mengkomunikasikan. Sedangkan proses pembelajaran yang akan diterapkan adalah pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan sifat pembelajaran yang kontektual.

Pelatihan kurikulum tersebut, dapat tercipta persamaan persepsi dan penerapan penyusunan rancangan pembelajaran, format penilaian siswa yang merupakan gabungan dari penilaian numerik dan naratif di sekolah.

“Sehingga terjadi sinergi antara Disdik, stakeholder terkait kepala sekolah dan komponen yang ada di dalamnya,”

PENELITI BELIA CYS 2015

Salah satu peneliti muda asal Kota Surabaya berhasil menjadi trending topic di media massa atas inovasinya dalam menciptakan pelindung kepala (helm) yang mampu menyerap panas. Kini, Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya, kembali menggelar acara yang bertajuk Surabaya Young Scientist Competition 2015. Total ada 278 tim materi penelitian yang terbagi menjadi lima bidang, yaitu enviromental science, life science, fisika, komputer dan matematika.

Acara bergengsi yang diikuti oleh peneliti muda kota Surabaya, mulai dari jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama hingga Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuaran ini, digelar selama dua hari 12 dan 13 Oktober di Gedung Balai Pemuda. Acara dihadiri oleh Asisten IV Bidang Kesejahteraan Rakyat Pemkot Surabaya Eko Haryanto, Kepala Dinas Pendikikan (Dispendik) Surabaya Ikhsan, Anggota Komisi D Kota Surabaya Bidang Kesejahteraan Rakyat Reni Astuti, dan Direktur CYS (Center for Young Scientists) Surya University Monika Raharti.

Eko Haryanto dalam sambutannya mengatakan, ternyata banyak pelajar yang tertarik dengan bidang penelitian setelah mendapat fasilitas dari sekolah. Bahkan, peningkatan kualitas sekolah pun terjadi. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya sekolah yang ikut, penambahan partisipan pun tak hanya terjadi di sekolah yang berada di wilayah pusat, namun banyak juga yang berasal dari sekolah yang jauh dari pusat kota.

Direktur CYS Monika Raharti memberikan apresiasi tinggi kepada para partisipan yang ikut bergabung, Kota Surabaya menjadi satu dari 11 wilayah di Indonsia yang memiliki partisipan paling banyak dengan jangka waktu paling singkat. Selain itu, tiap tahunnya kualitas penelitian juga semakin meningkat. Nantinya, 50 bahan penelitian akan mengikuti penilaian final di Kota Jogjakarta pada akhir Oktober.

Satu yang menarik perhatian Eko haryanto dan Ikhsan adalah inovasi penggunaan telepon genggam sebagai kunci motor yang dilengkapi dengan alarm anti begal dan pencuri karya siswa SMP Surabaya. Jika motor dinyalakan, kemudian pemilik menghubungi telepon genggam yang terdapat di dalam motor yang telah dimodifikasi, maka alarm akan berbunyi sebagai penanda motor tersebut sedang dicuri.

Selain itu, Siswa SMP juga mampu mencampur limbah air bekas cucian dengan menambahkan buah mengkudu, yang diolah dan mampu menyalakan empat buah lampu LED. dan  meraih penghargaan delapan besar di tingkat nasional berkat inovasi magic calculator, alat purwarupa yang mampu menghitung jumlah pengujung yang melintasi alat tersebut, dan sudah diterapkan di perpustakaan milik mereka.

Adhelia Roro dan Kahterine, siswi kelas XII SMA juga mampu mengajak Kepala Dispendik Surabaya dan Asisten IV Pemkot Surabaya untuk mencicipi makanan ringan berupa nugget yang diolah dari buah mengkudu, dan bermanfaat untuk mengurangi resiko hipertensi.

Ikhasan menambahkan, bahwa partisipan peneliti belia meningkat tiap tahunnya, terjadi peningkatan sebanyak 71 partisipan pada tahun 2015, dan pada tahun 2014 diikuti oleh 207 partisipan. Ikhsan juga berharap, akan dibentuknya club peneliti di masing-masing sekolah.

“Karena dunia penelitian sangat menarik untuk pelajar. Harapannya, kedepan produk para peneliti ini bisa diproduksi secara massal,” imbuh Ikhsan.  (Humas Dispendik Surabaya)

Dalam lomba ini juga Siswa SMPN 29 Surabaya Mengirimkan 6 Tim yang berjumlah 12 Siswa yang terdiri dari 10 Siswa kelas 8 dan 2 Siswa kelas 7

PAMERAN PENDIDIKAN 2015 DI BALAI PEMUDA KOTA SURABAYA

Ajang representasi bagi sekolah-sekolah Surabaya diwujudkan Dinas Pendidikan (Dispendik) melalui kegiatan pameran pendidikan yang digelar setiap tahunnya. Dengan mengusung tema “Widya Wahana Pendidikan 2015” Dispendik menyuguhkan hasil karya-karya terbaik dari para guru ataupun siswa dari sekolah masing-masing. Widya Wahana Pendidikan 2015 diikuti oleh 126 sekolah mulai dari tingkat SMP, SMA dan SMK negeri maupun swasta di Surabaya.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, yakni 27-29 Oktober dibuka langsung oleh Kepala Dispendik Dr. Ikhsan, S. Psi, MM tadi (27/10) di gedung Balai Pemuda Surabaya.

Dalam sambutannya, Ikhsan mengemukakan kegiatan pameran ini merupakan sebuah cermin untuk menjadikan pendidikan Surabaya menjadi lebih baik. Masyarakat bisa melihat langsung perkembangan sekolah-sekolah di Surabaya yang terus semakin maju dan berkembang, namun jika ada sesuatu kekurangan dapat dijadikan motivasi sekolah untuk lebih meningkatkan kualitasnya.

“Cermin ini merupakan sebuah motivasi kita untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan”.

Mantan Kepala Bapemas dan KB tersebut menambahkan, bahwa selain sebagai ajang representasi sekolah, pameran ini juga bertujuan memfasilitasi bakat dan minat siswa baik dibidang akademik maupun non akademik.

Widya Wahan Pendidikan tidak hanya menampilkan keunggulan pada masing-masing sekolah, namun juga memamerkan kreatifitas anak sesuai dibidangny masing-masing. Aneka pertunjukkan yang digelar selama pameran wujud nyata keseriusan Pemkot Surabaya dalam memajukan pendidikan di berbagai lini pendidikan.

Sementara itu, di salah satu stan Vania Rizky bersama kedua temannya berhasil mengembangkan Suweg (amorphophalus) menjadi berbagai makanan dan minuman olahan. Siswi kelas VIII asal SMP tersebut mampu menjadikan suweg menjadi   jus sawo, bakpao suweg, sampai kripik suweg.

Tidak hanya Vania, Lovy, Rozi dan Sahrul menampilkan kemampuan bakatnya melalui bidang broadcasting. Ketiga siswa-siswi SMKN 1 tersebut dengan alat broadcasting penyiar yang dibawa dari sekolah tampak luwes menyapa para pengunjung pamaren layaknya penyiar radio sebenarnya.

“Hal yang paling sulit ialah mempelajari materi presenter”, tutur Sahrul.

Berbeda dengan ketiga siswa-siswi SMK, Melani siswi kelas XII Bahasa SMA mengajak masyarakat untuk meningkatkan minat baca di taman-taman. Melalui program “Go Book”   ia bersama timnya setiap waktu luang berkeliling ke taman-taman surabaya dengan membawa sejumlah buku dari perpustakaan sekolah  guna menarik animo masyarakat untuk lebih meningkatkan minat baca.

“Sekali terjun tim kami beranggotakan 20-30 siswa, hal tersebut merupakan impelementasi telah dicanangkan Surabaya sebagai kota literasi”, pungkasnya.

Pameran Widya Wahana Pendidikan, turut menjadi sejarah bagi para pengurus anggota Organisasi Pelajar Surabaya (Orpes) yang baru terpilih melalui proses kongres pelajar Surabaya yang diadakan beberapa waktu lalu. Pada kesempatan ini secara simbolik Muhammad Arby ketua Orpes periode 2014-2015 menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada ketua Orpes baru periode 2015-2016 Khusnul Prasetyo asal SMAN 4 Surabaya. (Humas Dispendik Surabaya)

Semarak gebyar Wahana Widya Pendidikan 2015 yang berlangsung selama tiga hari, yakni mulai tanggal 27 Oktober ditutup dengan pengumuman para juara dari beberapa kategori lomba, diantaranya lomba menulis cerpan 2015, lomba pelajar pelopor, lomba peneliti belia dan juara stan pemeran terbaik. Acara penutupan Widya Wahana Pendidikan 2015 yang berlangsung kemarin sore (30/10) membawa sebuah kesan tersendiri baik bagi para pengunjung ataupun sekolah-sekolah.

Martadi, Ketua Dewan Pendidikan Kota Surabaya mengemukakan pameran ini   merupakan sebuah kegiatan yang positif dalam mengembangkan potensi bakat dan kreatifitas anak, disamping itu masyarakat dapat mengetahui langsung perkembangan pendidikan di Surabaya yang terus berbenah dalam segi peningkatan mutu dan kualitas pendidikan. Hal tersebut tidak lain adalah merukapan perwujudan visi pendidikan Surabaya kedepan, yakni tidak hanya sebagai barometer pendidikan nasional namun juga menjadi inspirator bagi semuanya.

“Kami berharap kegiatan-kegiatan ini terus dikembangkan tidak hanya di tingkat kota, namun juga sekolah juga harus mampu mengaktualisasikan kemampuannya melalui berbagai kegiatan positif lainnya”.

Di sisi lain, Junaedi Kepala SMA menyampaikan pemeran pendidikan bukan hanya sebagai kegiatan represantasi dari sekolah-sekolah, namun lebih dari itu kegiatan pemeran ini merupakan pemersatu berbagai kreatifitas dan prestasi dari pelajar-pelajar Surabaya.

Sementara itu, untuk lebih meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan guna mewujudkan pendidikan Surabaya menjadi lebih baik Kadispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM. berharap agar kegiatan pameran ini dapat digelar tidak hanya satu tahun sekali, namun paling tidak diadakan dua kali dalam setahun.

Hal tersebut tentunya tidak lepas agar potensi, kreatifitas, serta bakat siswa, guru dan sekolah semakin terasah sehingga masyakarat dapat mengetahui secara riil perkembangan pendidikan di Surabaya serta, merupakan sebuah kesiapan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada tahun 2016.

“Untuk itu kita kembangkan bersama agar para siswa, guru, dan sekolah siap menghadapi tantangan zaman yang semakin berkembang”.

Berikut ini merupakan para juara di berbagai lomba.  Juara I lomba menulis cerpen tingkat SD diraih oleh Devi Fitriani Soegianto dari SDN Wonorejo IV dengan judul cerpen “Kado Untuk Yulia”.   Juara I lomba menulis cerpen tingkat SMP diraih Tiara Habiba Putri Bima dari SMPN 11 melalui cerpennya yang berjudul “Konflik dalam Paduan Suara”. Dan untuk tingkat SMA Juara I diraih oleh Virga Prameswari dari SMAN 21 dengan judul cerpen “Cahaya Abadi”.

Sedangkan untuk juara pelajar pelopor tingkat kota, Juara pertama tingkat SMP diraih oleh Nanda Dewi Pertiwi dari SMPN 9 dan juara pertama pada tingkat SMA diraih oleh Lucky Christian dari SMA Santa Maria.

Untuk stan pameran terbaik jenjang SMP juara I diraih oleh SMPN 2, juara II SMP Al-Azhar, dan Juara III diarih oleh SMPN 12. Sedangkan stan pameran terbaik jenjang SMA, juara I SMAN 21, juara II SMAN 5, dan Juara III diraih oleh SMA Trimurti. Stan terbaik tingkat SMK, juara I diraih  SMK 17 Agustus 1945, juara II SMKN 2, dan juara III diraih oleh SMK Al-Islah.

Siswa SMPN 29 Surabaya sendiri Memperoleh juara Harapan I penulisan Cerpen terbaik dan mendapatkan hadiah Rp. 1.000.000,- Atas nama Aiko Yustika Waladi kelas 8A

Para pemenang lomba stan pameran terbaik mendapatkan uang pembinaan beserta tropy. Juara I mendapatkan uang pembinaan senilai Rp. 5.000.000 + Tropy, juara II mendapatkan uang pembinaan senilai Rp. 3.000.000,- +Tropy, dan juara III mendapatkan uang pembinaan senilai Rp. 1.750.000,-+ Tropy. (Humas Dispendik Surabaya)

Testimoni

Top
  • Sosial Media SMPN 29 Surabaya